Oleh: awijogja | November 3, 2008

Misteri Eksekusi Mati di Malam Jumat

Para terpidana mati kasus Bom Bali I, yakni Imam Samudra alias Abdul Azis (kiri), Mukhlas alias Ali Gufron (tengah), dan Amrozi, saat merayakan Idul Fitri 1429 H di LP Kelas I Batu, Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (1/10) lalu.

Waktu sudah hampir tengah malam, tapi suasana di depan Lembaga Pemasyarakatan (LP) Purwokerto kala itu, masih riuh dipadati massa, mirip pasar malam. Masyarakat berdesak-desakan di seberang LP, terus memanjang di sisi-sisi jalan. Menjelang pukul 23.00 beberapa buah mobil minivan yang hampir seluruh kacanya ditutupi koran mendekat ke gerbang LP. Penjagaan ratusan aparat kepolisian pun makin merapat saat itu.

Malam itu, Kamis 7 Agustus 2008 Rio Alex Bullo (30) terpidana mati kasus pembunuhan berantai mengembuskan napas terakhir di hadapan 12 anggota regu tembak yang mengeksekusinya di Dusun Cipendoh, Desa Karang Tengah, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas.  Ia dinyatakan tewas pukul 00.10, Jumat dinihari.

Suasana malam itu rasanya bisa menggambarkan bahwa saat-saat terakhir seorang terpidana mati akan dieksekusi selalu menjadi hal menarik bagi publik. Mungkin dirahasiakannya waktu eksekusilah yang menyebabkan publik menjadi lebih penasaran.

Hal itu pula yang beberapa hari ini kembali terjadi. Bahkan mungkin dalam “bobot” yang lebih besar. Tanpa terasa, seluruh perhatian publik perlahan-lahan tersedot pada rencana eksekusi Imam Samudra, Amrozi dan Muklas.

Selain pernyataan dari pihak Kejaksaan Agung yang menyebut awal November sebagai waktu eksekusi ketiga teroris itu, suasana di LP Nusakambangan Cilacap dan sejumlah daerah terkait kasus ini, serta pengamanan di beberapa tempat menunjukkan tanda-tanda ke arah itu.

Tapi, seberapa pun jelasnya tanda-tanda persiapan eksekusi, publik tak akan pernah mengetahui secara pasti kapan eksekusi digelar. Jangankan publik, regu tembak, dokter dan paramedis yang terkait dengan sebuah eksekusi hanya diminta bersiap-siap dalam rentang waktu tertentu, tanpa tahu kapan harus mulai bekerja.

Hanya saja, terkait dengan eksekusi Amrozi dkk, –yang akan menjadi terpidana ke 11, 12, dan 13 yang dicabut nyawanya di depan regu tembak, sepanjang era kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono–, ada “clue” yang rasanya patut juga diperhatikan.

Lihatlah. Eksekusi pertama di era SBY terjadi pada tiga terpidana mati kasus Poso, Fabianus Tibo (60), Dominggus da Silva (39), dan Marinus Riwu (48), Jumat 22 September 2006 pukul 00.00. Persiapan eksekusi pun dilakukan sejak Kamis malam sebelumnya di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Palu, Sulawesi Tengah.

Kemudian, di bulan Juni 2008, hari Kamis tanggal 26 dua orang warga negara Nigeria, Samuel Iwachekwu Okoye dan Hansen Anthony Nwaolisa yang terlibat kasus narkoba, dieksekusi mati di LP Nusakambangan. Eksekusi ini pun bersamaan dengan hari Anti-Madat Internasional.

Setelah itu, Ahmad Suradji alias Dukun –terpidana mati dalam kasus pembunuhan 42 wanita pada tahun 1984-1994–, dieksekusi oleh tim penembak dari Satuan Brimob Polda Sumut sekitar 22.00 WIB, Kamis, 10 Juli 2008 di sebuah lapangan tembak yang terdapat Kota Galang, Kabupaten Deli Serdang, Sumut.

Lalu, Tubagus Yusuf Maulana alias Usep (37) yang dijatuhi hukuman mati oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Rangkasbitung, Lebak, Banten untuk kasus pembunuhan berencana menjadi “korban” berikutnya. Ia dieksekusi mati pada Jumat, 18 Juli 2008 sekitar pukul 22.30. Eksekusi dilakukan di sebuah hutan di daerah Cimarga, Kabupaten Lebak, Banten.

Selang sehari, eksekusi mati dilakukan atas dua terpidana mati, Sumiarsih dan Sugeng yang membunuh keluarga Letkol Marinir Agus Purwanto di kompleks lokalisasi Dolly pada tahun 1988 atau 20 tahun lalu. Mereka dieksekusi pada hari Sabtu, 19 Juli 2008 pukul 00.20.

Nah terakhir, pada 7 Agustus 2008 hari Kamis, seperti yang sudah diungkapkan di atas,  Rio Alex Bullo menemui ajalnya di depan 12 anggota regu tembak di Purwokerto, Jawa Tengah. Eksekusi terhadap pembunuh sadis ini dilaksanakan tepat pukul 00.00, dan 15 menit kemudian Rio dinyatakan tewas.

Perhatikan! Dari 10 eksekusi yang sudah terjadi itu, hanya Sumiarsih dan Sugeng yang eksekusinya tidak dilaksanakan di malam Jumat atau Jumat dinihari. Kabarnya, eksekusi kedua terpidana mati ini tertunda satu hari dari rencana awal Kamis malam Jumat, karena suasana yang terlalu ramai di LP Medaeng, Sidoarjo terlalu ramai dengan pekerja media.

Entah kabar itu benar atau tidak, tapi yang pasti, hampir seluruh eksekusi mati dilakukan pada malam Jumat. Apakah hal itu pula yang akan terjadi pada Imam Samudra, Amrozi dan Muklas? Kita tunggu tanggal 6 atau 7 November mendatang, atau mungkinkah lebih cepat?

Di kutip dari www.kompas.com

Oleh: awijogja | Oktober 30, 2008

Teks Berefek Bias Air

Teks Efek banyak sekali macamnya, dalam tutorial kali ini kita akan membuat salah satu teks efek yang menurut saya sangat artistik…

Jangan pernah takut untuk mencoba, mungkin hal ini yang mengispirasi penulis untuk selalu berimajinasi dengan desain grafis.

Jangan lupa untuk menyiapkan Secangkir kopi/teh/susu dan kue serta alunan muzic dari media player sebagai teman dikala anda mendisain.

Langkah – Langkahnya:

1. Buka Program Photohop
Caranya: Start > All Program > Photoshop

2. Mulai dengan membuat Lembar kerja baru
Caranya: Pada menu utama dan pilih File –> New
atau tekan [ctrl] + [N]

Disini saya atur seperti ini:
* Nama dan Ukuran terserah anda (sebagai referensi disini saya pakai 800 x 600 )
Resolution = 71 pixels/inch
Contents = White
Tekan [ok]

3. Pada tool box sebelah kiri pilih Horizontal Type Mask Tool
tips: klik kanan icon bergambar huruf T sehingga muncul pilihan seperti di bawah ini

Pada properties menu
Gunakan font: “Tahoma”
ukuran Sesuaikan berdasarkan keinginan anda (referensi 344.08 pt)
font style Regular
dan pilih sharp
untuk warna gunakan hexadecimal #13A6E4
sehingga tampilan pada properties teks seperti ini


Lalu ketik kata yang anda inginkan, disini saya mengetik kata “AIR”
Hasil:

4. Sekarang waktunya memberi efek-efek khusus
Langkah-langkahnya:
- duplikat layer
Masuk ke menu utama
Pilih:
Layer –> Duplikat layer…

atau klik kanan layer sehingga muncul option… dan pilih Duplicate Layer…

maka akan muncul kotak dialog,

Lalu tekan
[OK]

- Efek bias air
Setelah anda membuat layer copy maka klik kiri tepat pada layer bertuliskan AIR efek yang telah anda buat sebelumnya,
Masuk ke menu utama
Pilih:
Filter –> Distort –> Ripple …
akan muncul konfirmasi bahwa teks yang anda tuliskan tidak akan bisa diedit lagi, tekan ok!
atur seperti ini:

[OK]
Dan……..

5. Hasilnya……

Wow Segarnya….. jadi haus untung teks air

“Disain mengalir seperti air”

Semoga Bermanfaat
Terima kasih

Oleh: awijogja | Oktober 27, 2008

Flash Tutorial

Mobil Animasi

Infromasi selengkapnya bisa anda download dibawah ini

animated-car2

download musik

Oleh: awijogja | Oktober 24, 2008

Sekolah Akui Ada Kontak Fisik dengan Lisnawati

Ilustrasi tendangan

Kamis, 23 Oktober 2008 | 13:04 WIB

Laporan wartawan Kompas Agustinus Handoko

SUKABUMI, KAMIS — Wakil Kepala Sekolah Menengah Atas Negeri 3 Kota Sukabumi Bidang Sekolah Berstandar Internasional Ceng Mamad mengakui, ada kontak fisik antara guru olah raga, AI, dan Lisnawati, Selasa (21/10). Namun, kontak fisik itu tidak keras.

Demikian penuturan Ceng Mamad, Kamis (23/10), saat memberi penjelasan mengenai kasus Lisnawati, siswi Kelas XII IPA I yang mengaku ditendang oleh AI saat pelajaran olahraga. Akibat kejadian itu, Lisnawati sempat pingsan. “Namun, pingsannya bukan karena semata-mata kontak fisik. Dia pingsan beberapa saat setelah kontak fisik itu. Dia memang sering pingsan,” kata Ceng.

Kendati kontak fisik AI tidak menjadi penyebab utama pingsannya Lisnawati, Ceng tetap menyampaikan permintaan maaf. “Bagaimanapun, kontak fisik sekecil apa pun tetap tidak boleh terjadi. Kami sudah menegur dan persoalan sudah diselesaikan secara kekeluargaan,” kata Ceng.

Rabu sore, Kepala Sekolah Riskardjo dan guru olahraga, AI, berkunjung ke rumah Lisnawati dan menyelesaikan persoalan itu. Keluarga Lisnawati diwakili kakaknya, Eli Eliawati, menerima tawaran penyelesaian secara kekeluargaan dan tidak akan melanjutkan kasus itu ke jalur hukum. Pernyataan dituangkan dalam surat bermaterai.
Agustinus Handoko
Sent from my BlackBerry © Wireless device from XL GPRS/EDGE/3G Network

Oleh: awijogja | Oktober 24, 2008

Smart English Grammar “Must and Have to”

We use ‘must’ and ‘have to’ to say that it is necessary to do something. Sometimes it doesn’t matter which you use:

  • Oh, it’s later than I thought. I must go. or I have to go

But there is a difference between ‘must’ and ‘have to’ and sometimes this is important:

‘Must’ is personal. We use ‘must’ when we give our personal feelings.

You must do something = I (the speaker) say it is necessary

  • She’s a really nice person. You must meet her. (= I say this is necessary)

‘Have to’ is impersonal. We use ‘have to’ for facts, not for our personal feelings.

You have to do something because of a rule or the situation:

  • You can’t turn right here. You have to turn left. (because of the traffic system)

Taken from Grammar English in Use

Terjemahan

Kami menggunakan ‘must’ dan ‘have to’ untuk mengatakan bahwa perlu untuk melakukan sesuatu. Kadang-kadang tidak apa-apa yang mana Anda gunakan:

  • Oh, it’s later than I thought. I must go. or I have to go

Tetapi ada perbedaan penggunaan antara ‘must’ dan’ have to’ dan kadang-kadang ini adalah penting:

‘Must’ adalah bersifat pribadi. Kami menggunakan ‘Must’ ketika kita berikan kepada kami perasaan pribadi.

Anda harus melakukan sesuatu = Saya (pembicara) berkata diperlukan

  • She’s a really nice person. You must meet her. (= I say this is necessary)

‘Have to’ tidak bersifat pribadi. Kami menggunakan ‘have to’ untuk fakta, tidak untuk perasaan pribadi kami.

Anda harus melakukan sesuatu karena adanya aturan atau situasi:

  • You can’t turn right here. You have to turn left. (because of the traffic system)

Diambil dari Grammar English in Use

Menanggapi berita pada Kompas.Com, hari Rabu (22/10) yang ditulis oleh Wartawan Agustinus Handoko, kami pihak SMA 3 Sukabumi ingin menyampaikan klarifikasi atas beritu tersebut :

Kronologis Kejadian

Pada hari Selasa (21/10), pukul 07.15 kelas XII IPA-1 melaksanakan praktek olahraga, larii pemanasan dilapangan Bola Basket. Guru olah raga (AI) menugaskan kepada siswa untuk lari keliling lapangan sesuai dengan lintasan yang ditentukan. Namun ada beberapa siswa yang tidak mematuhi perintah untuk lari sesuai dengan lintasan, termasuk salah satunya Lisnawati (LI). AI mengingatkan kepada siswa untuk mematuhi aturan. AI menegur LI, dan LI menjawab bahwa dia sedang sakit. AI mendekati LI dan menyuruh LI untuk minggir (keluar lapangan). Pada saat yang bersamaan AI secara reflek melakukan gerakan kaki kearah paha LI. Menurut AI ini tidak termasuk tendangan, karena dilakukan dengan tidak bertenaga (lemah). Kemudian LI keluar dari lintasan, beberapa saat kemudian LI jatuh pingsan, bagian kepalanya membentur lantai. LI kemudian dibopong oleh beberapa siswa diikuti oleh AI, dibawa ke ruang UKS. Diruang UKS LI ditangani oleh Guru BK, wakasek kesiswaan, wakasek humas dan wali kelas XII IPA-1. LI di berikan pertolongan pertama pada bagian kepala yang mengalami benjolan. Ketika di cek kepada beberapa teman LI dan LI sendiri mengakui bahwa ia ada dalam keadaan sakit (kurang fit). Untuk memastikan kondisi LI secara medis, pihak sekolah membawa LI ke puskesmas yang jaraknya hanya 100 meter dari sekolah. Menurut pemeriksaan dokter, benturan pada kepala LI tidak memerlukan perawatan lebih lanjut. Kemudian LI kembali ke sekolah untuk melanjutkan kegiatan pembelajaran, meskipun waktu itu wakasek Humas menawarakan LI untuk pulang saja diantar oleh pihak guru. Namun LI menolak untuk pulang karena merasa dirinya mampu untuk melanjutkan pembelajaran. Kepala sekolah menengok kondisi LI dan menyampaikan permohonan maaf serta memberikan motivasi dan mengambil hikmah dari kejadian ini. Melalui wakasek kesiswaan, kepsek memberikan uang pribadi sebesar Rp 150.000, untuk pengobatan LI apa bila sakit LI berlanjut. Kepsek juga menegaskan bahwa jika sakit LI berlanjut, cepat saja ke rumah sakit, semua biaya pengobatan ditanggung oleh sekolah. Ternyata LI mampu meneruskan pembelajaran sampai pukul 14.00 WIb , bahkan melanjutkan pembelajaran pemantapan khusus untuk kelas XII sampai dengan pukul 16.00 WIB dan akhirnya LI pun pulang ke rumah. Kami pihak sekolah menyimpulkan bahwa sakit LI tidak berlanjut. Selasa malam, Wali kelas XII IPA -1 menelpon pihak LI, namun tidak tersambung. Besoknya, hari Rabu sekitar pukul 10.00 WIB, LI menelpon Wali kelas, bahwa dia sedang ada acara keluarga di Cianjur. Perlu kami sampaikan bahwa pada hari Rabu, semua sekolah di Kota Sukabumi libur dikarenakan ada acara Hala Bil Halal Panca Mitra tingkat Kota Sukabumi. Dengan demikian, asumsi kami, tidak masuknya LI, bukan karena sakit tetapi memang sekolah sedang libur. Pada hari Rabu pukul !6.00 -17.30 WIB, pihak sekolah yang terdiri dari Kepsek, AI dan wali kelas menghubungi pihak keluarga LI yang diterima oleh kakak LI, yaitu Eli Eliawati. Dalam pertemuan tersebut pihak keluarga menerima permohonan maaf pihak sekolah dan menyatakan tidak akan memperpanjang kejadian ini.

Sikap kami atas berita yang dimuat Agustinus Handoko pada Kompas.Com sebagai berikut :

  1. Menghargai tugas jurnalistik Sdr. Agustinus sebagai seorang wartawan untuk menyampaikan berita kepada public. Namun, kami menyesalkan isi berita tersebut yang cenderung tendensius, tidak check and re check dan isinya tidak mencerminkan cover both side yang harus dijunjung tinggi oleh seorang wartawan profesional. Judul yang dibuat sangat menyederhanakan masalah akibat dangkalnya informasi yang diperoleh Sdr. Agustinus . Pingsannya LI sangat mungkin bukan karena tendangan oleh AI, mengingat kondisi LI sedang kurang sehat, sedang kecapaian, apalagi menurut AI tendangan itu sangat lemah. Jangankan orang yang kurang sehat, orang yang sehat wal afiat saja bisa pingsan ketika berolahraga overload. Perlu diketahui, bahwa kasus siswa pingsan ketika sedang praktek olahraga sering terjadi.
  2. 2. Pihak sekolah telah berusaha memberikan pertolongan dan pelayanan kepada LI sesuai dengan kondisi dan kemampuan sekolah, sebagaimana tergambarkan dalam kronologis kejadian.
  3. 3. Kami, pihak SMA 3 Sukabumi mohon maaf atas kehilafan AI, khususnya kepada keluarga korban, dan umumnya kepada dunia pendidikan atas insiden ini. Pihak sekolah telah memberikan pembinaan disiplin tugas kepada AI atas insiden ini. Mudah–mudahan insiden ini menjadi bahan pembejaran bagi SMA 3 khususnya dan teman-teman seperjuangan didunia pendidikan umumnya, untuk lebih hati-hati, dan professional dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa, terlebih dalam era keterbukaan arus informasi dan komunikasi seperti sekarang ini.

4. Terima kasih kepada kompas, atas dimuatnya tulisan ini.

Bagian Humas SMA 3 Sukabumi

Dra. Ernawati

Oleh: awijogja | Oktober 22, 2008

Apa sich manfaatnya ngeblog?

Weblog?

Sebelumnya aku tidak pernah tertarik dengan kata-kata blog atau ngeblog atau blogger. Aku kira weblog atau blog itu sama aja dengan website. Tapi baru-baru ini aku melihat tayangan di salah satu televisi swasta yang menayangkan sebuah acara bincang-bincang yang membahas mengenai weblog. Dan saat itu ada bahasan apa manfaat dari ngeblog, eh ternyata ngeblog itu juga bisa menghasilkan uang. Karena penasaran akhirnya aku putuskan untuk cari tahu lebih lanjut mengenai blog.

eh teman aku adalah blogger baru, aku ingin sekali berbagi dalam segala hal.

bagi blogger diseluruh dunia, aku pingin sekali kalian semua bisa berbagai pengalaman selama kalian ngeblog, apa sich manfaat sebenarnya dari ngeblog itu.

nyantai nich di kawah gunung galunggung

nyantai nich di kawah gunung galunggung

Kategori